The Triple Helix Concept- Wajib tahu, Jika Anda Pengusaha, Akademisi, atau pengambil kebijakan.

image

Inovasi, yaitu semangat untuk membuat segala-sesuatunya bernilai lebih baik dan berkelanjutan , pada dasarnya adalah strategi transformatif oleh negara-negara berkembang dalam meningkatkan daya saingnya. Konsep "Triple Helix ", memiliki tiga kondisi dasar sebagai berikut:

  1. Perguruan tinggi /lemba ga litbang memiliki peran untuk menghasilkan inovasi-inovasi teknologi. Pada suatu masyarakat berbasis pengetahuan di negara-negara berkembang, posisi kalangan akademik ini adalah sederajat dengan entitas industri dan pemerintah;
  2. Ketiga kalangan tersebut -- akademik, bisnis, pemerintah -- memiliki motivasi untuk meningkatkan dinamika dan daya kesinambungan ekonomi. Hal ini memperkuat munculnya suatu kondisi di mana berbagai proses kemunculan kebijakan inovasi semakin sering merupakan hasil interaksi antar elemen masyarakat dan bukan lahir sebagai sekedar usulan pemerintah saja;
  3. Negara-negara berkembang saat ini tengah mengalami kendala dalam mendorong agar masing-masing kelompok akademik, bisnis, dan pemerintah untuk mengambil peran secara lebih aktif, sedemikian rupa hingga ketiganya mampu memperluas potensi daya inovasi diri sendiri.


Awalnya, ketiga kalangan akademik/lembaga riset, bisnis, pemerintah, secara umum dianggap bekerja sendiri-sendiri dan tidak saling terikat. Industri bekerja pada bidang produksi; Pemerintah bekerja sebagai lembaga pengayom; Perguruan tinggi/lembaga riset bertindak sebagai penghasil ilmu dan pengetahuan baru yang bisa mendorong tumbuhnya modus-modus ekonomi.

Ternyata, makin banyak tumbuh bukti yang memperlihatkan bahwa proses-proses inovasi sesungguhnya tersebar saat ketiga kelompok tersebut berinteraksi. Interaksi ini disebut sebagai "Triple Helix", yang memiliki subyek pelaku kalangan Academics - Business - Governmen t.

Globalisasi, juga telah menyebabkan negara-negara berkembang memiliki lebih sedikit ruang gerak untuk memenangkan kompetisi. Dinamika perdagangan dan investasi asing, meskipun telah memberikan banyak keuntungan untuk berbagai kepentingan ekonomik, tidak jarang justru mengakibatkan negara-negara berkembang menemui kesulitan dalam membangun kemandirian teknologi.

Negara-negara berkembang memiliki suatu masalah yang membatasi daya saingnya terhadap negara maju, di mana mereka memiliki jaringan kerja lebih sempit/tidak lengkap (dibanding negara maju). Keterbatasan ini telah menjelaskan mengapa relasi inovatif  "Triple Helix" pada era globalisasi telah terjadi dan perlu ditingkatkan.

Pada berbagai skema kejadian tertentu, sistem-sistem inovasi berkembang di dalam berbagai proses transaksional dan didorong oleh motivasi mencari timbal-balik keuntungan lebih tinggi, yang kemudian dapat ditanamkan kembali sebagai modal riset inovatif. Mekanisme siklus utuh tersebut akan menjamin ekspansi ekonomi dan perbaikan kualitas kesejahteraan bisa terjadi secara berkesinambungan.

Kerjasama inovasi bermuatan trasaksional kini sudah berjalan semakin jauh, tidak hanya muncul sebagai momen-momen temporer. Di seluruh dunia, baik negara maju maupun berkembang, perguruan tinggi dan pemerintah dengan sengaja membangun infrastruktur inkubasi perusahaan berbasis teknologi -- disebut sebagai "science park " atau pusat iptek.

Perguruan tinggi dan pemerintah dapat disebut sebagai pihak yang lebih intensif membangun infrastruktur berorientasi komersil. Kehadiran infrastruktur inkubasi bisnis itu membuka kesempatan berkembangnya kesadaran mengenai tingginya manfaat pengetahuan dalam bersaing secara ekonomi.

Maraknya pertumbuhan infrastruktur inkubasi teknologi di alam globalisasi menghadirkan bukti eksplisit bahwa perguruan tinggi/lembaga libang memiliki peran/fungsi langsung (direct ) dalam menangani masalah-masalah pragmatik atau kewirausahaan secara umum. Tidak ada alasan bagi kalangan bisnis dan pemerintah untuk tidak melibatkan peneliti dalam memperlebar kesempatan-kesempatan ekonomi.

Sistem-sistem inovasi adalah sistem kompleks, di mana di dalamnya, upaya meningkatkan penguasaan pengetahuan akan memberikan dampak di mana masing-masing para aktor “Triple Helix”  akan mengubah cara pandangnya. Masing-masing akan memiliki pengaruh lebih besar dalam proses membentuk dan mengevaluasi kebijakan, berkat tumbuhnya pengetahuan dan komitmen kolaborasi bersama.

Perwujudan mufakat inovatif di dalam kalangan "Triple Helix" yang menyebabkan relasi kalangan periset - pebisnis - pemerintah makin erat – dari sebelumnya seolah berdiri sendiri-sendiri, pada dasarnya memiliki motivasi memperbesar kapasitas untuk mempengaruhi pasar. Arah orientasi terhadap persepsi pasar tersebut mengindikasikan bahwa paradigma inovatif "Triple Helix" sesungguhnya meningkatkan profil kemadanian seluruh masyarakat.

Dengan demikian, kita dapat memandang bahwa konsep "Triple Helix" adalah formulasi fungsional yang dapat dipergunakan oleh negara-negara berkembang berhaluan demokratik, dalam menciptakan akses kepartisipasian lebih luas bagi masyarakat luas agar bisa menciptakan pelbagai transformasi yang mereka bersama inginkan. Meningkatkan fungsi demokrasi bagi dinamika ekonomi ini, segala sesuatunya bermula dari penguatan relasi akademik/lembaga riset - bisnis - dan pemerintah.

 

Konferensi 'Triple Helix' Sebelumnya:

2011 Triple Helix IX, California, Juli 2011
Tema: "Silicon Valley: Model Global atau Anomali Unik?"
www.triplehelixconference.org
2010 Triple Helix VIII, Madrid, Oktober 2010
Tema: "Triple Helix dalam Pembangunan Kota-Kota Berbasis Pengetahuan, Masyarakat Berkembang dan Wilayah yang Saling Terhubung?"
www.triplehelix8.org
2009 Triple Helix VII, Glasgow, Juni 2009
Tema: "Apa Peran Triple Helix dalam Agenda Global Inovasi/Kompetisi/Kesinambungan?"
www.triple-helix-7.org
2007 Triple Helix VI, Singapore, Mei 2007
Tema: "Model-Model Baru bagi Universitas Berkewirausahaan: Keberanekaragaman Regional atau Konvergensi Global"
www.nus.edu.sg/nec/TripleHelix6
2005 Triple Helix V, Turin, Mei 2005
Tema: "Kapitalisasi Ilmu Pengetahuan: (bagaimana) Aspek Kognitif, Ekonomik, Sosial, Kulturalnya?"
www.triplehelix5.com
2002 Triple Helix IV, Copenhagen, Denmark dan Lund, Sweden, November 2002
Tema: "(Bagaimana) Menghacurkan Batas dan Membangun Hubungan?"
www.triplehelix.dk
2000 Triple Helix III, Rio de Janeiro, April 2000
Tema: "Transisi Tanpa Akhir" (Hubungan antara ilmu pengetahuan, industri, dan pemerintah, dan kontribusi mereka untuk menciptakan inovasi masa depan. Fokus utama dalam kontribusi untuk menciptakan lapangan kerja dan kemakmuran sosial).
1998 Triple Helix II, Purchase, New York, Januari 1998
Tema: "Lokasi Riset di Masa Depan".
1996 1996 Triple Helix I, Amsterdam, Januari 1996
Tema: "Relasi 'Triple Helix' dalam Perguruan Tinggi/Lembaga Riset - Industri - Pemerintah".

Sun, 1 Jan 2012 @19:37


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

visitor counter

 

Copyright © 2019 ekonovianto[dot]com · All Rights Reserved
powered by sitekno